• Menu Blog

    SITEMAP

    open all | close all

    POPULAR POST

    • Mengatasi Suara Mikrofon yang kecil di Laptop Saat Zoom
    • Blog viola.id release versi Androidnya
    • Mamuju Sulawesi Barat
    • Pabrik Baja
    • Syukur

    12 June 2009

    Kontemplasi I

    Tag Pembelajaran Puisi
    9
    comments
    Tweet It
    Share This
    Aku hanya ingin berkontemplasi, di saat aku masih bisa merasakan hangat cahaya matahari di setiap pagi ku, cahaya itu seperti menembus tiap sisi kulitku, memberi aroma hangat dalam setiap aliran darahku. Hanya mengingatkan diriku bahwasanya roh ku masih menyatu dalam tubuhku.

    aku berharap dan memohon selalu di perjalananku. Bahwa aku sadar terkadang mulut ini terlalu tajam untuk lukai orang lain, luka yang seharusnya tidak pernah tersayat tajam jika aku bisa menjaga mulut ini.

    Jika dalam panggung sandiwara kehidupan ini aku menjalankan sebuah peran, aku telah mencoba memerankan dengan sepenuh jiwa, yaitu seseorang yang berjalan lurus di JalanNya, walaupun ku tahu bahwa bumi ini memiliki hamparan luas samudra hingga langit ke tujuh yang membelokkan jalanku. Layaknya jalan kebahagian yang semu, jalan yang seharusnya tidak kulewati.

    Air itu terus mengalir dari sungai kecil yang melewati lembah tua itu, entah berapa lama menjadi saksi akan kekuatanNya, terlihat diselahnya ada rumput yang bergoyang karena tersentuh ringan oleh angin laut yang berhembus, waktu itu sore hari sehingga mataharipun pergi dan berganti bulan yang menemani.

    Hidup ini layaknya sebuah alur cerita dalam suatu drama, kita sendiri sebagai tokoh utama. Tergantung peran seperti apa yang kita mainkan atau Peran yang IA berikan kepada kita. Kita harus senantiasa bersyukur.

    By Ciput Mardianto di June 12, 2009
    Label: Pembelajaran Puisi

    9 comments:

    1. AnonymousJune 14, 2009 at 12:42 AM

      Bersyukur sepanjang waktu karena kita telah memainkan peran sesuai kehendakNya agar dapat berbakti kepadaNya.
      salam superhangat.

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    2. komuterJune 15, 2009 at 3:51 PM

      agar lancar kontemplasimu,
      sarapanlah.....

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    3. ndopJune 15, 2009 at 6:07 PM

      kontemplasi adalah...

      kok ndak ada ya kang??

      wekekkee...

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    4. snepyloneJune 15, 2009 at 6:51 PM

      wah rencana kehisupan ini susah di tebak, kita cm bisa menjalani sesuai dgn rencana yg telah ditentukan..

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    5. masDanJune 15, 2009 at 7:21 PM

      Dunia Ini, Panggung Sandiwara .... Ceritanya Mudah Berubah ...
      * yah, Malah Nyanyi .....

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    6. hmcahyoJune 16, 2009 at 10:48 PM

      lama gak kemari :D

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    7. reallylifeJune 17, 2009 at 3:31 PM

      Insya Allah dengan bersyukur, hidup ini terasa jauh lebih indah dan bisa dinikmati

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    8. Ciput MardiantoJune 18, 2009 at 7:56 PM

      @ Endop : ah nggak jadi ah!
      @ hmc : saya juga jarang mampir kesana sekarang

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    9. Dina ™June 25, 2009 at 8:20 AM

      :kabur
      ah ga jadi ah

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    Add comment
    Load more...

    Subscribe to: Post Comments (Atom)