• Menu Blog

    SITEMAP

    open all | close all

    POPULAR POST

    • Mengatasi Suara Mikrofon yang kecil di Laptop Saat Zoom
    • Blog viola.id release versi Androidnya
    • Mamuju Sulawesi Barat
    • Pabrik Baja
    • Syukur

    01 June 2009

    Refleksi

    Tag Pembelajaran
    16
    comments
    Tweet It
    Share This
    sedikit cerminan tentang perjalananku. Kisah hidup yang telah aku lewati memberi pelajaran, seperti mengaca dalam pada air danau yang tenang kemudian ada setetes air yang memercik kedalamnya, memecah membentuk gelombang, menyebar kesetiap kelilingnya dan akhirnya menghilang.

    Kebahagian dan kesedihan yang terjadi di perjalananku seperti mencari sisi dari sebuah lingkaran,benarkah lingkaran itu memiliki sisi yang jumlahnya banyak tak terhingga ataukah lingkaran itu hanya mempunyai satu sisi.

    Saat di perjalannku juga kutemui,terkadang diri ini lepas kendali, menganggap kita ini adalah yang istimewa, yang menjadi tokoh utama dalam cerita kehidupan ini, padahal seharusnya kita sadar bahwa kita hanyalah titik kecil yang tak terlihat di alam semesta ini.
    By Ciput Mardianto di June 01, 2009
    Label: Pembelajaran

    16 comments:

    1. IvanaJune 2, 2009 at 1:35 AM

      renungan yang bagus

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    2. Rendy BlogHeboh "Blog Dofollow"June 3, 2009 at 12:44 AM

      saya suka postingnya menarik baget..
      blognya keren juga, Sukses selalu..
      Salam kenal dari Blog Heboh, jangan lupa berkunjung balik yah dan berkomentar.. Ditunggu..

      Blog saya yg lainnya:
      Bikin Heboh (Download lagu-lagu Indonesia Terbaru)

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    3. LalaJune 3, 2009 at 4:08 AM

      Kita memang butuh beberapa menit untuk sesekali merenung. Sebuah perenungan yang dalam :)

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    4. Rusa Bawean™June 4, 2009 at 2:00 AM

      bagus juga filosofi mengaca di air danaunya
      :)

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    5. antownJune 4, 2009 at 1:00 PM

      mari merenung setiap bangun dan mau tidur

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    6. Top 10 GoogleJune 4, 2009 at 2:10 PM

      Terima kasih, memang bener, kita itu perlu merenungkan itu semua, biar kita sadar siapa kita?

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    7. Mufti AMJune 4, 2009 at 8:16 PM

      Sebuah perjalanan tak selamanya mulus. Perjalanan hidup perlu kita renungkan setiap saat agar kita bisa melihat sisi baik dan buruk.

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    8. Ciput MardiantoJune 4, 2009 at 10:36 PM

      @Mufti: seperti jalan raya, yang tak selamanya mulus

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    9. AnonymousJune 5, 2009 at 3:38 PM

      Hidup ini memang dua sisi, kadang mendapat keberuntungan, kadang mendapat cobaan.
      Semoga kita semua selalu ingat....

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    10. snepyloneJune 6, 2009 at 11:07 AM

      hmm.. jd ikutan merenung jg nih..
      tapi klo gw sering ngayal pas mo tidur.. & alhasil obsesi ini membuat gw makin menggila..

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    11. ndopJune 6, 2009 at 1:12 PM

      eh lingkarang itu kalau menurut matematika khan jumlah sisinya takhingga...

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    12. masDanJune 6, 2009 at 7:45 PM

      Dalam renungku, tiba tiba aku tersentak ... Eh, Ternyata Kamu Tho mas ..

      Salam Kenal ..

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    13. cantigiJune 7, 2009 at 9:47 AM

      kuliah udh beres bro?

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    14. tuyiJune 7, 2009 at 12:29 PM

      Renungan untuk smua orang..

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    15. Ciput MardiantoJune 7, 2009 at 12:37 PM

      @cantigi : alhamdulillah sudah beres dan sekarang sudah megawe

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    16. sawali tuhusetyaJune 7, 2009 at 2:39 PM

      refleksi yang mencerahkan, mas ciput. memang benar, sesungguhnya kita hanyalah makhluk yang dhaif. tak ada gunanya menganggap diri kita lebih daripada yang lain.

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    Add comment
    Load more...

    Subscribe to: Post Comments (Atom)