• Menu Blog

    SITEMAP

    open all | close all

    POPULAR POST

    • Mengatasi Suara Mikrofon yang kecil di Laptop Saat Zoom
    • Blog viola.id release versi Androidnya
    • Mamuju Sulawesi Barat
    • Pabrik Baja
    • Syukur

    04 October 2009

    Mari Berpantun

    Tag Opiniku
    14
    comments
    Tweet It
    Share This
    Dulu pada waktu kelas 3 SD, saya mulai mengenal apa itu namanya pantun. Walaupun hanya sekedar tahu bahwa pantun itu adalah sederet kalimat yang terdiri dari empat baris, bunyi kata diakhir baris pertama harus sama dengan kata diakhir baris ketiga, begitu juga baris ke dua dan keempat.

    Pantun

    Mari Berpantun

    Ya, pantun ini merupakan kekayaan sastra bangsa kita ini. Pantun memiliki saja A-B-A-B yang pada intinya seperti yang telah saya tulis pada paragraf pertama diatas. Pantun umumnya dua baris pertama dan kedua adalah sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi.

    Kalau saya sendiri mengatakan bahwa pantun adalah bagian dari bahasa, dimana fungsi utama bahasa adalah untuk berkomunikasi, oleh sebab itu pantun dapat berfungsi sebagai ungkapan komunikasi. Dalam hal ini dapat berupa sebagai himbuan, anjuran, larangan, kejenakaan, bahkan sindiran sekalipun.

    Pantun yang masih saya ingat semasa SD, kalau tidak salah saya pas baca di Buku Dektat Bahasa Indonesia yang dicetak oleh pemerintah begini pantunnya :
    Kemumu didalam semak
    Jatuh melayang selarasnya
    Buat apa ilmu setinggi tegak
    Tidak Sembahyang apa gunanya

    Ya Itulah salah satu pantun yang sangat berkesan dan hafal diluar kepala sampai sekarang ini. Pantun diatas merupakan Pantun Nasehat. Selain Pantun Nasehat, pantun memiliki banyak lagi ragamnya seperti pantun Jenaka, Percintaan, Pantun Kepahlawanan, Pantun Agama dan beberapa jenis yang lain.
    Pantun dibawah ini adalah contoh pantun agama :
    Anak ayam turun sepuluh
    Mati seekor tinggal sembilan
    Bangun pagi sembahyang subuh
    Minta ampun kepada Tuhan
    Asam kandis asam gelugur
    Ketiga asam si riang-riang
    Menangis mayat dipintu kubur
    Teringat badan tidak sembahyang
    Dan dibawah contoh pantun Jenaka :
    Jalan-jalan ke rawa-rawa
    Jika capai duduk di pohon palm
    Geli hati menahan tawa
    Melihat katak memakai helm
    Sementara itu pantun bertema Kepahlawanan :
    Ditengah jalan ada sedan
    Disebelahnya sedang berdiri pedagang sawi
    Selama hayat masih dikandung badan
    Jangan biarkan penjajah menyentuh bumi pertiwi

    Sobat Pantun merupakan salah satu kekayaan intelektual bangsa kita tercinta, dengan berpantun sebenarnya kita melestarikan kebudayaan bangsa Indonesia ini

    Oke sobat, ayo kita berpantun.
    By Ciput Mardianto di October 04, 2009
    Label: Opiniku

    14 comments:

    1. AnonymousOctober 5, 2009 at 1:25 AM

      Jadi ingat SD-SMP lagi hehehe. Saya cendrung sebagai penikmat, soalnya kalau membuat sendiri agak susah ya (walau sempat lancar lho), terutama karena adanya peraturan rima harus AB-AB sempurna dari guru. Padahal kalo saja tidak sempurna, akan sangat mempermudah membuat pantun. Lagian kan rima tidak mesti AB-AB, bisa juga AB-BA, dan AA-BB.

      Ok selamat berpantun pak :D

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    2. morishigeOctober 5, 2009 at 9:51 PM

      waktu SD dulu saya malah bikin sebuah buku yang isinya pantun karangan saya semua. tapi sekarang udah ilang itu buku.. hehe..

      btw kalo gak salah yang paling sering keluar di buku bahasa yang "asam kandis asam gelugur..." itu kan ya?

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    3. alhakimOctober 6, 2009 at 9:28 AM

      biasanya orang melayu pandai membuat pantung. Tapi, kalau pantun gak lengkap asal comot belakangnya aja gimana bro? masuk kategori nggak?
      ex: kepasar beli kedondong, ikut dong... :mikir:

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    4. Indra MahardikaOctober 6, 2009 at 4:35 PM

      Dulu saya suka buat pantun, tapi karena sudah lama gak bikin jadinya sekarang susah

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    5. Mufti AMOctober 6, 2009 at 8:30 PM

      Bersaing lagi dengan Malaysia nih. Mereka kan juga punya yang namanya pantun. Dan sukses buat batik yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO. Berikutnya apalagi nih???

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    6. Ciput MardiantoOctober 6, 2009 at 8:58 PM

      ayo berpantun... Maju...
      :kabur:

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    7. zeeOctober 7, 2009 at 3:57 PM

      Hmmm...

      Dulu banged jaman SD iya, tugas guru tuh disuruh hapalin pantun. Tp skrg udah uzur, da lupa2 deh :)

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    8. kidungjinggaOctober 7, 2009 at 5:16 PM

      kalau tidak salah budaya berbalas pantun masih terus diterapkan di beberapa daerah ya... kadang suka terkaget2... wuiihhhhh kok bisa ya mereka2 itu 'menciptakan' pantun dengan spontan untuk membalas pantun yang lainnya... ck..ck...

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    9. LalaOctober 8, 2009 at 8:55 AM

      Waduh ga bisa bikin pantun :mumet:

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    10. the bunglon'sOctober 9, 2009 at 2:08 PM

      paling suka dengar orang berpantun..
      tapi paling ga' bisa bikin pantun... :menengo:

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    11. ndopOctober 9, 2009 at 2:28 PM

      pantun ngene iki digoleki nang google enek gak ya?? njajali tak golekane disik...

      wah, ternyata wis akeh put...

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    12. Miss-CyberOctober 10, 2009 at 12:55 PM

      Wah asyik tuh maen pantun-pantunan

      :hepi:

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    13. Ciput MardiantoOctober 10, 2009 at 2:50 PM

      @endhop: wis akeh rupane
      @miss cyber: memang asyik

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    14. Miss CyberOctober 17, 2009 at 8:15 AM

      Mas di komment ku yang diatas kok ada gambarnya gitu ?? padahal aku kan gak ngasih?? tolong dihapus yah...

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    Add comment
    Load more...

    Subscribe to: Post Comments (Atom)