• Menu Blog

    SITEMAP

    open all | close all

    POPULAR POST

    • Mengatasi Suara Mikrofon yang kecil di Laptop Saat Zoom
    • Blog viola.id release versi Androidnya
    • Mamuju Sulawesi Barat
    • Pabrik Baja
    • Syukur

    19 August 2014

    Cara mengetes chemical anchor

    Tag Civil Engineering
    7
    comments
    Tweet It
    Share This
    Pada postingan terdahulu telah disharing mengenai anchor dan dinabolt, bisa dibuka lagi disini. Nah pada posting blog kali ini, mari kita coba membahas bagaimana cara mengecek chemical angkur yang sudah terpasang.

    Chemical anchor termasuk angkur kelas berat, dalam kegunaannya sering digunakan untuk menahan beban yang berat. Sehingga pada proses pengeboran, injeksi kimia serta waktu pengeringan harus diperhatikan dengan seksama.

    Secara umum beberapa faktor yang menentukan dari kekuatan chemical anchor ini antara lain : komposisi campuran kimia itu sendiri, kemudian kekuatan beton itu sendiri. Umumnya campuran kimia tersebut apabila mengeras memiliki daya lekat yang lebih besar dari beton itu sendiri.

    Sehingga yang paling kritis adalah kekuatan beton. Pada saat pemasangan chemical angkur, kedalaman pengeboran, jarak bor dari tepi beton juga menentukan. Kalau terlalu tepi dikhawatirkan akan retak. Aturan kedalaman, jarak dari tepi ini sebenernya sudah tersaji secara lengkap dari brosur produk bersangkutan.

    Kalau sudah terpasang dan kemudian kita ingin tahu apakah yang terpasang tersebut sesuai dengan spesifikasi, langkah-langkah pengetesannya dapat diperlihatkan sebagai berikut:

    Pertama cari tempat test (beton) yang kekuatannya sama dengan beton yang akan dipasang Chemical anchor nantinya. Kemudian pasang besi ankur sesuai dengan kedalaman yang ditentukan serta takaran chemical yang diperlukan


    Langkah kedua adalah dengan memasukkan besi drat silinder, fungsinya adalah untuk memegang alat compressor tarik. Pastikan waktu pengeringan sudah sesuai dengan yang disyaratkan.


    Memasang alat kompressor untuk mendapatkan gaya tarik, install pada besi angkur yang telah dipasang, setting sesuai dengan pasangan yang pas. Kemudian  mulai dilakukan tarikan secara perlahan-lahan.


    Saat kompressor udah menarik, pembacaan dial gauge terus diamati, untuk anchor yang bagus biasanya angka dari hasil pengetesan masing tinggi dibanding dengan rencana.  Kalau sudah sesuai dengan rencana ternyata masih masih kuat, diberi seper tekanan kemudian dihentikan. Dan apabila demikian chemical anchor berarti dapat berfungsi dengan baik.


    Test hanya dilakukan sebagai sampel, untuk pemasangan yang sesungguhnya ada bagian-bagian yang tidak ditest, sehingga agar hasil yang didapat juga baik, maka proses pengerjaan yang benar selama pemasangan perlu sekali diperhatikan.
    By Ciput Mardianto di August 19, 2014
    Label: Civil Engineering

    7 comments:

    1. Dunia ElyAugust 20, 2014 at 1:44 AM

      Aku nyimak wae yo mas

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    2. Ciput MardiantoAugust 21, 2014 at 10:31 AM

      @Dunia Ely : Monggo mbak Ely

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    3. AnonymousAugust 28, 2014 at 9:00 PM

      Itu kompresor udara seperti yg suka dipakai oleh tukang tambal ban gitu atau bukan, Mas? Kayaknya bukan ya, hahaha....

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ciput MardiantoAugust 29, 2014 at 6:45 PM

        Beda ya

        Delete
        Replies
          Reply
      2. Reply
    4. UnknownAugust 3, 2016 at 2:28 PM

      Mas mau tanya dong, untuk chemical anchor kekurangannya apa yah?

      ReplyDelete
      Replies
        Reply
    5. UnknownAugust 3, 2016 at 2:28 PM

      Mas mau tanya dong, untuk chemical anchor kekurangannya apa yah?

      ReplyDelete
      Replies
      1. Ciput MardiantoAugust 4, 2016 at 8:02 PM

        Harga yang mahal

        Delete
        Replies
          Reply
      2. Reply
    Add comment
    Load more...

    Subscribe to: Post Comments (Atom)